Jumat, 23 Desember 2016



ARTI MANTAM TRISANDYAN DAN KRAMANING SEMBAH
Om Swastyastu
Selamat pagi menjelang siang blogger, hari ini saya akan melanjutkan tentang tugas saya yang kemarin yaitu tentang Yadnya yang membahas sembahyang dan tri sandya dan sekarang saya akan sering tentang arti dari mantram tri sandya yang saya buat kemarin, sebelum maaf ea karna mantram dan arti dari mantram tri sandyanya tidak samaan saya postingkan.
 arti mantram Tri Sandya
Bait pertama berbunyi: Tuhan adalah bhur svah. kita memusatkan pikiran pada kecermerlangan dan kemuliaan Hyang Widhi, semoga ia berikan semangat pikiran kita. 
Bait kedua berbunyi: Ya Tuhan, Narayana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada, bebas dari noda, bebas dari kotoran, bebas dari perubahan tak dapat digambarkan, sicilah dewa Narayana, ia hanya satu tak ada duanya.
Bait ketiga berbunyi: Ya Tuhan, Engkau dipanggil Siwa, Mahadewa, Iswara, Paramaswara, Brahma, Wisnu, Rudra, dan Purusa.
Bait keempat berbunyi: Ya Tuhan, hamba ini papa, perubahan hamba papa, diri hamba papa, kelahiran hamba papa, lindungilah hamba Hyang Widhi, sucikanlah jiwa dan raga hamba.
Bait kelima berbunyi: Ya Tuhan, ampunilah hamba Hyang Widhi, yang memberikan keselamatan kepada semua mahluk, bebaskanlah hamba dari segala dosa, lindungilah hamba oh Hyang Widhi.
Bait ke enem berbunyi: Ya Tuhan, ampunilah dosa anggota badan hamba , ampunilah dosa hamba, ampunilah dosa pikiran  hamba, ampunilah hamba dari kelahiran hamba.
Ya Tuhan , semoga damai, damai, damai selamanya.
Setelah selesai memuja Trisandya dilanjutkan panca sembah. Kalua tidak melakukan persembahyang Trisandya (mungkin sudah tadi dirumah) dan langsung memuja dengan panca sembah, maka setelah membaca mantam untuk dupa langsung saja menyucikan bunga atau kawangen yang akan dipakai muspa. Ambil bunga atau kawangen  itu diangkat di hadapan dada dan ucapkan matram ini:
            Om puspa danta ya nama swaha
Artinya: Ya Tuhan, semoga bunga ini cemerlang  dan suci.
            Kramaning sembah atau panca sembah
Urutan sembahyang ini sama saja, baik dipimpin oleh pandita atau pemangku, maupun persembahyangan sendirian. Cuma jika dipimpin pandita yang sudah melakukan dwijati, ada kemungkinan mantramnya lebih panjang. Kalu hafal bias diikuti, tetapi kalua tidak hafal sebaiknya lakukan mantram-mantram pendek sebagai berikut.:
1.      Dengan tangan kosong  (sembah puyung). Cukup tangan kosong dan pusatkan pikiran dan ucapkan mantra mini:
Om atma tattwaatma siddha mam swaha
Artinya: Ya Tuhan atma atau jiwa dan kebenaran, bersihkanlah hamba.
2.      Sembahyang dengan bunga, ditunjukan kepada Hyang Widhi dalam wujudNya sebagai  Hyang Surya atau Siwa Aditya. Dengan mengucapkan mantram:
Om adityasya param jyoti
Rakta tejo namo stute
Sweta pankaja madyastha
Bhaskaraya namo stute
Artinya: Ya Tuhan, Sinar Yang Surya Yang Maha Hebat. Engkau bersinar merah, hamba memuja Engkau. Hyang Surya yang berstana ditengah-tengah terai putih. Hamba memuja Engkau yang menciptakan sinar matahari berkilauan.
3.      Sembahyang dengan kawangen. Bila ada , yang dipakai adalah bunga. Sermbahyang ini ditujuikan kepada Istadewata pada hari dan tempat persembahyangan itu. Istadewata ini adalah Dewata yang diinginkan kehsdiranNya pada waktu memuja. Istadewata adalah perwujudan Tuhan Yang Maha Esa dalam berbagai wujudNya. Jadi mantramnya bias berbeda-beda tergantung dimana dan kapan bersembahyang. Mantram diwah ini adalah mantram umum yang biasanya dipakai saat Purnama atau Tilem atau di Pura Kahyangan Jagat:
Om namo dewa adhisthanaya
Sarwa wyapi wai siwaya
Padmasana eka pratithaya
Ardhanareswayai namo namah
Artinya: Ya Tuhan, kepada dewata yang bersemayam pada tempat yang luhur, kepada Hyang Siwa yang berada di mana-mana, kepada dewata yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai disuatu tempat, kepada Ardhanaresvari hamba memuja.
4.      Sembahyang dengan bunga atau kawangen untuk memohon waranugraha.usai mengucapkan mantram, ada yang memperlakukan bunga itu langsung sebagai waranugraha, jadi tidak “dilentikkan/ dipersembahkan” tetapi dibungakan di kepala (wanita) atau di atas kuping kanan (laki-laki). Mantramnya adalah:
Om anugraha manoharam
Dewa data nugrahaka
Arcanam sarwa nugrahaka
Dewa-dewi mahasiddhi
Yajnaya nirmalatmaka
Laksmi siddhisca dirghayuh
Nirwighna sukha wrddiscca
Artinya: Ya Tuhan, Engkau yang menarik hati pemberi anugrah, anugrah pemberian dewata, pujaan segala pujaan, hamba memujaMu sebagai pemberi segala anugrah. Kemahasiddhian pada Dewa dan Dewi berwujud jadnya suci. Kebahagiaan, kesempurnaan, panjang umur, bebas dari rintangan, kegembiraan dan jasmani.
5.      Sembahyang dengan cakupan tangan kosong, persis seperti yang pertama. Cuma sekarang ini sebagai penutup. Usai mengucapkan mantram, tangan berangsur-angsur diturunkan sambilmelemaskan badan dan pikiran. Mantaramnya:
Om Dewa suksma parama cintya ya nama swaha
Om santih,santih, santih, Om
Artinya: Ya Tuhan, hamba memuja Engkau Dewata yang tidak terpikirkan, maha tinggi dan maha gaib. Ya Tuhan, anugerahkan kepada hamba kedamaian, damai, damai, damai, Ya Tuhan
Mungkin hanya yang dapat saya sharingkan, semoga bermanfaat bagi pembaca
Kurang lebihnya saya mohon maaf ea blogger……
Suksema, Om Santih, Santih, Santih, Om
Sumber:Doa sehari-hari menurut hindu oleh pustaka manikgeni


Tidak ada komentar:

Posting Komentar