ARTI MANTAM TRISANDYAN DAN KRAMANING SEMBAH
Om Swastyastu
Selamat pagi menjelang siang blogger, hari ini
saya akan melanjutkan tentang tugas saya yang kemarin yaitu tentang Yadnya yang
membahas sembahyang dan tri sandya dan sekarang saya akan sering tentang arti
dari mantram tri sandya yang saya buat kemarin, sebelum maaf ea karna mantram
dan arti dari mantram tri sandyanya tidak samaan saya postingkan.
arti mantram Tri Sandya
Bait pertama berbunyi: Tuhan adalah bhur svah.
kita memusatkan pikiran pada kecermerlangan dan kemuliaan Hyang Widhi,
semoga ia berikan semangat pikiran kita.
Bait kedua berbunyi: Ya Tuhan, Narayana adalah
semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada, bebas dari noda, bebas dari
kotoran, bebas dari perubahan tak dapat digambarkan, sicilah dewa Narayana, ia
hanya satu tak ada duanya.
Bait ketiga berbunyi: Ya Tuhan, Engkau dipanggil
Siwa, Mahadewa, Iswara, Paramaswara, Brahma, Wisnu, Rudra, dan Purusa.
Bait keempat berbunyi: Ya Tuhan, hamba ini papa,
perubahan hamba papa, diri hamba papa, kelahiran hamba papa, lindungilah hamba
Hyang Widhi, sucikanlah jiwa dan raga hamba.
Bait kelima berbunyi: Ya Tuhan, ampunilah hamba
Hyang Widhi, yang memberikan keselamatan kepada semua mahluk, bebaskanlah hamba
dari segala dosa, lindungilah hamba oh Hyang Widhi.
Bait ke enem berbunyi: Ya Tuhan, ampunilah dosa
anggota badan hamba , ampunilah dosa hamba, ampunilah dosa pikiran hamba, ampunilah hamba dari kelahiran hamba.
Ya Tuhan , semoga damai, damai, damai selamanya.
Setelah selesai memuja Trisandya dilanjutkan
panca sembah. Kalua tidak melakukan persembahyang Trisandya (mungkin sudah tadi
dirumah) dan langsung memuja dengan panca sembah, maka setelah membaca mantam
untuk dupa langsung saja menyucikan bunga atau kawangen yang akan dipakai
muspa. Ambil bunga atau kawangen itu
diangkat di hadapan dada dan ucapkan matram ini:
Om
puspa danta ya nama swaha
Artinya: Ya Tuhan, semoga bunga ini
cemerlang dan suci.
Kramaning
sembah atau panca sembah
Urutan sembahyang ini sama saja, baik dipimpin
oleh pandita atau pemangku, maupun persembahyangan sendirian. Cuma jika
dipimpin pandita yang sudah melakukan dwijati, ada kemungkinan mantramnya lebih
panjang. Kalu hafal bias diikuti, tetapi kalua tidak hafal sebaiknya lakukan
mantram-mantram pendek sebagai berikut.:
1. Dengan
tangan kosong (sembah puyung). Cukup
tangan kosong dan pusatkan pikiran dan ucapkan mantra mini:
Om atma tattwaatma siddha mam
swaha
Artinya: Ya Tuhan atma atau jiwa dan kebenaran,
bersihkanlah hamba.
2. Sembahyang
dengan bunga, ditunjukan kepada Hyang Widhi dalam wujudNya sebagai Hyang Surya atau Siwa Aditya. Dengan
mengucapkan mantram:
Om adityasya param jyoti
Rakta tejo namo stute
Sweta pankaja madyastha
Bhaskaraya namo stute
Artinya: Ya Tuhan, Sinar Yang Surya Yang Maha
Hebat. Engkau bersinar merah, hamba memuja Engkau. Hyang Surya yang berstana
ditengah-tengah terai putih. Hamba memuja Engkau yang menciptakan sinar
matahari berkilauan.
3. Sembahyang
dengan kawangen. Bila ada , yang dipakai adalah bunga. Sermbahyang ini ditujuikan
kepada Istadewata pada hari dan tempat persembahyangan itu. Istadewata ini
adalah Dewata yang diinginkan kehsdiranNya pada waktu memuja. Istadewata adalah
perwujudan Tuhan Yang Maha Esa dalam berbagai wujudNya. Jadi mantramnya bias
berbeda-beda tergantung dimana dan kapan bersembahyang. Mantram diwah ini
adalah mantram umum yang biasanya dipakai saat Purnama atau Tilem atau di Pura
Kahyangan Jagat:
Om namo dewa adhisthanaya
Sarwa wyapi wai siwaya
Padmasana eka pratithaya
Ardhanareswayai namo namah
Artinya: Ya Tuhan, kepada dewata yang bersemayam
pada tempat yang luhur, kepada Hyang Siwa yang berada di mana-mana, kepada
dewata yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai disuatu tempat, kepada
Ardhanaresvari hamba memuja.
4. Sembahyang
dengan bunga atau kawangen untuk memohon waranugraha.usai mengucapkan mantram,
ada yang memperlakukan bunga itu langsung sebagai waranugraha, jadi tidak
“dilentikkan/ dipersembahkan” tetapi dibungakan di kepala (wanita) atau di atas
kuping kanan (laki-laki). Mantramnya adalah:
Om anugraha manoharam
Dewa data nugrahaka
Arcanam sarwa nugrahaka
Dewa-dewi mahasiddhi
Yajnaya nirmalatmaka
Laksmi siddhisca dirghayuh
Nirwighna sukha wrddiscca
Artinya: Ya Tuhan, Engkau yang menarik hati
pemberi anugrah, anugrah pemberian dewata, pujaan segala pujaan, hamba memujaMu
sebagai pemberi segala anugrah. Kemahasiddhian pada Dewa dan Dewi berwujud
jadnya suci. Kebahagiaan, kesempurnaan, panjang umur, bebas dari rintangan,
kegembiraan dan jasmani.
5. Sembahyang
dengan cakupan tangan kosong, persis seperti yang pertama. Cuma sekarang ini
sebagai penutup. Usai mengucapkan mantram, tangan berangsur-angsur diturunkan
sambilmelemaskan badan dan pikiran. Mantaramnya:
Om Dewa suksma parama cintya ya
nama swaha
Om santih,santih, santih, Om
Artinya: Ya Tuhan, hamba memuja Engkau Dewata
yang tidak terpikirkan, maha tinggi dan maha gaib. Ya Tuhan, anugerahkan kepada
hamba kedamaian, damai, damai, damai, Ya Tuhan
Mungkin hanya yang dapat saya sharingkan, semoga
bermanfaat bagi pembaca
Kurang lebihnya saya mohon maaf ea blogger……
Suksema, Om Santih, Santih, Santih, Om
Sumber:Doa sehari-hari menurut hindu oleh pustaka
manikgeni



